Pembunuhan Sadis KAPAK tertancap di KEPALA

9 Jun 2013

Kampak tertancap di Kepala (illustrasi)

Kampak tertancap di Kepala (illustrasi)

Warga Desa Muara Emat, Kecamatan Batang Merangin, dihebohkan dengan pembunuhan sadis yang menimpa Kismuntahar (55), warga Desa Sekungkung, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, Rabu (5/6) sore di dalam ladang. Diduga pelaku pembunuhan tersebut dilakukan oleh Surkama alias pak Yayan (50) warga Desa Muara Emat, Kecamatan Batang Merangin.

Menurut Kepala Desa Muara Emat, peristiwa ini berlangsung sejak pukul 14.00 Rabu (5/6). Seorang warga datang ke rumahnya, untuk melaporkan dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh Surkama.

Mendapat informasi tersebut, warga langsung mendatangi rumah Surkama yang berada di ladangnya, cukup jauh dari Desa Muara Emat. Namun sayang, warga tidak ada yang berani mendekat, karena takut menjadi sasaran amukan pelaku.

“Adik pelaku sempat mendekat. Namun dia disambut oleh pelaku dengan tubuh penuh darah, sambil mengatakan jika dia (Adik pelaku.red) masuk rumah, akan ikut menjadi korban, seperti orang yang sudah dibunuhnya di dalam rumah,” ujar Darwan.

Hingga saat ini, korban yang diketahui berasal dari Desa Sekungkung tersebut, masih berada di dalam rumah pelaku. Warga tidak ada yang berani mendekat, apalagi sampai masuk.

Peristiwa pembunuhan ini pertama kali diketahui oleh Leni, yang berasal dari Semurup. Saat kejadian, dia mendengar suara korban teriak minta tolong. Karena tidak berani melihat ke dalam rumah, dia pun memberitahukannya kepada warga lainnya.

“Kemungkinan besar korban memang sudah meninggal, karena selain banyak darah, suara korban juga tidak lagi terdengar,” kata Kades. Dia mengaku tidak mengetahui nama korban, hanya saja memang sering bekerja sebagai buruh di ladang milik pelaku.

Dari keterangan warga, Surkama memang diketahui mengalami kelainan jiwa, hanya saja selama berada di Muara Emat, pria yang aslinya berasal dari Semurup, tidak pernah menunjukkan prilaku yang aneh. “Kabarnya di Semurup dia juga pernah mengamuk,” jelasnya.

Darwan mengatakan sudah melaporkan peristiwa ini kepada pihak kepolisian, agar bisa bertindak cepat, sehingga tidak ada warga lain yang menjadi korban. “Sekitar pukul 19.00 WIB, ada dua polisi yang datang, hanya saja mereka tidak berani kesana karena tidak bawa pistol,” tegasnya.

Kapolsek Batang Merangin, IPTU Asmar Haitami mengatakan masih menunggu anggota Buser dari Sungai Penuh. “Kita tidak mengetahui korban sudah meninggal atau tidak, karena sekarang sedang dalam perjalanan ke TKP,” ungkapnya.

Dari informasi warga, pelaku memegang senjata tajam, dan sudah melukai warga yang bekerja di ladangnya. “Nanti sampai di TKP kita pastikan lagi. Namun yang jelas pelakunya bersenjata,” bebernya.

Kapolres Kerinci AKBP Ismail, melalui Kasat Reskrim, mengatakan sudah mengirimkan anggota ke TKP. “Saya dan pak Waka Polres sudah dalam perjalanan ke TKP,” ungkapnya, dikonfirmasi Tribun melalui telepon.

Informasi terbaru yang didapat sekitar pukul 23.25 WIB, tim dari kepolisian dan sejumlah warga, baru sampai di rumah pelaku didalam ladangnya. (eja)

Sumber: http://jambi.tribunnews.com/


TAGS Pembunuhan sadis Kapak tertancap di Kepala


-

Author

Follow Me